TANJUNG REDEB – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Berau dalam sepekan terakhir semakin pekat. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau, terutama karena kualitas udara dan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus dipantau.
Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, kondisi kabut asap saat ini berbeda dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Jika sebelumnya kondisi udara masih relatif baik, dalam beberapa hari terakhir asap terlihat semakin tebal.
“Beberapa hari belakangan ini kabut asap semakin pekat. Ini tentu menjadi perhatian kita, apalagi dari sisi kesehatan juga ada peningkatan kasus ISPA,” kata Gamalis, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Berau. Pergerakan angin dari arah selatan ke utara turut membawa asap dari sejumlah wilayah lain di Kalimantan Timur.
Gamalis menyebut, berdasarkan informasi BMKG, sejumlah wilayah di Kalimantan mengalami periode tanpa hujan yang cukup panjang. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kabut asap bertahan dan semakin pekat.
“Jadi kabut asap ini bukan hanya terjadi di Berau, tetapi juga di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Kita melihat perkembangan ini dan terus melakukan pemantauan,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Berau mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak.
Pemkab juga meminta kegiatan belajar dari rumah (BDR) kembali diaktifkan sesuai kondisi yang berkembang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak paparan asap, khususnya bagi kelompok rentan.
Sementara itu, pemerintah daerah masih mempertahankan status Kabupaten Berau dalam kondisi siaga. Belum ada penetapan kabut asap sebagai bencana, dan perkembangan situasi akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi di lapangan serta hasil pemantauan kualitas udara. (Prokopim)