GUNUNG TABUR – Kabupaten Berau menjadi daerah yang mewakili Provinsi Kalimantan Timur dalam pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serentak 50.000 Hektare sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional. Kegiatan dipusatkan di lahan Optimasi Lahan (Oplah) dan Program Cetak Sawah Rakyat di Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, Jumat (31/7/2026).
Gerakan tanam serentak yang diinisiasi Kementerian Pertanian tersebut dilaksanakan secara bersamaan di sejumlah daerah di Indonesia. Program ini bertujuan mengoptimalkan lahan pertanian melalui kegiatan Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat untuk meningkatkan luas tambah tanam, memperkuat ketahanan pangan, serta mempercepat tercapainya swasembada beras nasional.
Kegiatan di Berau dihadiri Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian M. Amin, Wakil Bupati Berau Gamalis, para asisten Sekretariat Daerah Berau, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DPTHP) Berau Lita Handini, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Berau, kelompok tani, serta sejumlah tamu undangan.
Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, Gerakan Tanam Padi Serentak menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan kelompok tani dalam meningkatkan produksi pangan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian padi sawah di Kabupaten Berau.
"Gerakan tanam padi serentak ini merupakan program nasional. Hari ini Kabupaten Berau yang ditunjuk mewakili Provinsi Kalimantan Timur untuk melaksanakannya. Semoga tanaman yang ditanam dapat dipelihara dengan baik hingga menghasilkan produksi yang maksimal sesuai harapan kita bersama," ujar Gamalis.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Berau akan terus mendukung berbagai program strategis di sektor pertanian sebagai bentuk komitmen menyukseskan target swasembada pangan nasional. Salah satunya melalui program Optimasi Lahan (Oplah) yang bertujuan meningkatkan produktivitas lahan sawah yang sudah ada sehingga mampu menghasilkan panen lebih optimal.
Gamalis juga mengungkapkan, pada 2026 Kabupaten Berau memperoleh alokasi Program Cetak Sawah seluas 2.000 hektare. Saat ini program tersebut masih dalam tahap survei, investigasi, dan desain (SID), sementara pekerjaan konstruksi direncanakan dilaksanakan pada tahun yang sama. Lokasi yang diusulkan meliputi Kecamatan Tabalar, Sambaliung, Gunung Tabur, Teluk Bayur, dan Segah.
"Dengan adanya program ini kita berharap luas lahan baku sawah di Kabupaten Berau yang saat ini mencapai 2.365 hektare terus bertambah. Sejalan dengan itu, luas tanam dan hasil produksi padi juga akan meningkat," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan seluruh potensi lahan pertanian melalui sinergi bersama pemerintah pusat, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta kelompok tani agar Berau mampu memberikan kontribusi nyata terhadap keberhasilan program swasembada pangan nasional.
Sementara itu, Kepala DPTHP Berau Lita Handini mengatakan Gerakan Tanam Serentak merupakan langkah strategis untuk meningkatkan luas tambah tanam (LTT) dan indeks pertanaman (IP) melalui kolaborasi antara Dinas Pertanian, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Brigade Pangan, dan para petani.
"Melalui Gerakan Tanam ini kita ingin meningkatkan luas tambah tanam sekaligus mendongkrak produksi padi. Ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pertanian, BRMP, PPL, Brigade Pangan, dan petani agar target swasembada pangan dapat terus kita pertahankan," ujarnya.
Lita berharap program tersebut mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Berau. Ia juga meminta para penyuluh pertanian terus melakukan pendampingan kepada petani, serta memastikan lahan yang telah dipanen segera ditanami kembali agar luas tambah tanam terus meningkat dan target produksi dapat tercapai. (Prokopim)