TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menunjukkan komitmen serius dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini ditandai dengan kehadiran Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Berau dalam High Level Meeting TPID secara virtual yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur Fahmi Himawan, mewakili Gubernur Kaltim, di Aula GOR Pemuda Tanjung Redeb, Selasa (17/3/2026).
Pengendalian inflasi daerah tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif dengan berlandaskan empat pilar utama (4K), yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Fahmi Himawan menekankan pentingnya komunikasi publik secara masif guna mencegah kepanikan masyarakat. Selain itu, diperlukan penguatan peran TPID kabupaten/kota, optimalisasi peran BUMD dalam rantai pasok pangan, serta peningkatan kerja sama antar daerah surplus dan defisit untuk menekan disparitas harga komoditas strategis.
Beberapa langkah konkret juga disepakati dalam pertemuan tersebut, di antaranya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah serentak se-Kalimantan Timur, operasi pasar LPG 3 kilogram, serta penyaluran bantuan pangan kepada 12.212 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Berau.
Menanggapi hasil pertemuan tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menjelaskan bahwa inflasi di Kabupaten Berau dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat terhadap sejumlah komoditas, keterlambatan pasokan dari luar daerah, serta tingginya biaya transportasi dan distribusi.
Sebagai langkah pengendalian, Pemerintah Kabupaten Berau terus melakukan pemantauan harga dan stok pangan secara rutin, distribusi bersama Satgas Pangan, koordinasi dengan Perum Bulog dan para distributor, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini bahkan telah dilakukan sebanyak delapan kali sebelum Ramadan.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pangan yang merata dan berkualitas,” ujar Sri Juniarsih Mas.
Dalam kegiatan tersebut juga dirangkai dengan operasi pasar LPG 3 kilogram sebanyak 1.000 tabung serta penyaluran bantuan pangan kepada 12.212 KK di Kabupaten Berau.
Adapun komoditas yang disediakan dalam Gerakan Pangan Murah antara lain beras, telur, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, serta berbagai jenis ikan seperti nila, tuna, sanji, tenggiri, bawal, dan como-como.
Bupati menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus pembangunan daerah pada tahun 2026, termasuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dan memastikan ketersediaan energi rumah tangga.
“Pemerintah daerah akan terus hadir memastikan rantai pasok berjalan lancar, distribusi merata, dan harga tetap terkendali,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, kami optimistis inflasi di Kabupaten Berau dapat dikendalikan dan kebutuhan masyarakat selama HBKN dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. (Prokopim)