TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat komitmennya mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan ekonomi sirkular. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Berau Circular Future 2025 di Hotel Mercure, Senin (29/6/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa visi pembangunan Kabupaten Berau 2025–2029, yakni “Mewujudkan Berau yang Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur, dan Sejahtera”, hanya dapat dicapai melalui transformasi ekonomi yang tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan dan migas.
Menurutnya, Berau harus mulai memperkuat sektor-sektor berkelanjutan seperti pariwisata, pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Ia menilai sampah bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi memiliki potensi besar sebagai sumber daya ekonomi yang mampu menciptakan investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ke depan kita harus mempersiapkan fondasi ekonomi yang lebih beragam, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan. Sampah harus mulai kita lihat sebagai sumber daya ekonomi yang memiliki nilai tambah, mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, serta menjadi bagian dari rantai industri masa depan,” ujarnya.
Sri Juniarsih juga menyambut baik rencana pengembangan Kawasan Industri Sampah Sirkular (KISS) di Kabupaten Berau. Menurutnya, konsep tersebut merupakan terobosan yang sejalan dengan tantangan pembangunan saat ini karena menghadirkan ekosistem industri hijau yang terintegrasi, mulai dari proses pemilahan hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Melalui konsep tersebut, material hasil pengolahan sampah diharapkan mampu memberikan manfaat berlapis, mulai dari meningkatnya investasi, terbukanya lapangan kerja baru, menguatnya peran bank sampah, hingga bertambahnya pendapatan daerah dalam jangka panjang.
Bupati berharap melalui kegiatan ini menjadi langkah awal yang nyata dalam membangun industri hijau di Berau, bukan hanya berhenti pada tahap perencanaan. Ia mendorong agar segera disusun peta jalan implementasi, penguatan kelembagaan bank sampah, penerapan teknologi pengolahan modern, hingga terwujudnya kawasan industri yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi agar cita-cita menjadikan Berau sebagai daerah yang maju, berdaya saing, dan ramah lingkungan dapat terwujud. Pembangunan harus terus berjalan, namun kelestarian alam tetap terjaga demi kesejahteraan masyarakat Berau,” pungkasnya. (Prokopim)