TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengikuti secara daring kegiatan launching Gedung Koperasi Desa Merah Putih yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, Sabtu (16/5/2026). Di Kabupaten Berau, kegiatan tersebut dipusatkan di Koperasi Merah Putih Kampung Labanan Jaya.
Launching yang dilaksanakan di 1.061 titik Koperasi Desa/Kampung Merah Putih (KDKMP) ini bertujuan untuk mendorong pemerataan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan koperasi ini sendiri telah dimulai sejak November 2025 hingga akhirnya diresmikan secara serentak pada hari ini.
Dalam arahannya, Prabowo Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa kedaulatan pangan menjadi hal yang sangat krusial bagi bangsa. Ia menyampaikan bahwa pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa, sehingga penguatan sektor pangan harus menjadi prioritas utama.
Presiden juga menekankan pentingnya peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Ia optimistis koperasi yang dikelola secara baik akan mampu menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya yakin dan percaya, koperasi ini ke depan akan mampu membanggakan kita semua,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa koperasi harus menjadi milik bersama dan dikelola secara gotong royong sebagai kekuatan dalam membangun ekonomi nasional. Penguatan koperasi juga harus berjalan seiring dengan pengembangan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
“Koperasi harus kuat, dan UMKM juga harus kuat. Inilah yang harus kita bangun bersama demi kemajuan Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu juga Bupati Berau Sri Juniarsih di akhir setelah mengikuti kegiatan Launcing KDKMP tersebut menyampaikan bahwa sebagai Pemerintah Kabupaten Berau ia menyambut baik launching Koperasi Desa Merah Putih tersebut sebagai langkah nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat kampung
“Kami berharap koperasi ini tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar dikelola secara profesional dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Ujarnya
Menurutnya ini merupakan momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi kampung, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan. (Prokopim)