TABALAR – Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Berau mulai menunjukkan hasil. Panen perdana digelar di Kampung Buyung-buyung, Kecamatan Tabalar, Kamis (30/7/2026), sebagai bukti lahan sawah baru yang dibuka melalui program Kementerian Pertanian pada 2025 telah produktif.
Panen perdana dihadiri Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian, M. Amin, bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, penyuluh pertanian, dan kelompok tani.
M. Amin mengatakan keberhasilan panen tersebut membuktikan program Cetak Sawah Rakyat berjalan sesuai harapan dalam mendukung swasembada pangan nasional.
"Alhamdulillah, lahan cetak sawah tahun 2025 sudah diolah, ditanam, bahkan hari ini dipanen. Ini bukti program pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, dan kelompok tani berjalan dengan baik," ujarnya.
Menurutnya, Berau menjadi salah satu daerah dengan pelaksanaan CSR terbaik di Kalimantan Timur. Meski produktivitas awal lahan baru diperkirakan masih berkisar 4–5 ton per hektare, pemerintah optimistis hasil panen akan terus meningkat melalui pendampingan budidaya dan penguatan sarana pertanian.
Sementara itu, Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, menjelaskan Kabupaten Berau memperoleh alokasi 425 hektare program CSR pada 2025, dengan 209 hektare berada di Kampung Buyung-buyung.
"Hingga saat ini sekitar 50 hektare telah tertanam dan hari ini kami melaksanakan panen perdana secara simbolis di lahan seluas lima hektare. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kelompok tani di kampung lain untuk segera mengoptimalkan lahan CSR," katanya.
Lita mengakui hasil musim tanam pertama belum maksimal karena lahan masih dalam tahap adaptasi. Namun, ia optimistis produktivitas akan meningkat pada musim tanam berikutnya sehingga program tersebut dapat menambah luas baku sawah dan mendukung target swasembada pangan di Kabupaten Berau. (Prokopim)