YOGYAKARTA – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Berau, Hendratno, menghadiri kegiatan Ekspos Program SIGAP Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara bertema “Simpul Hijau: Merayakan Kolaborasi Pembangunan Daerah dan Desa/Kampung” yang digelar di Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman, pembelajaran, dan praktik baik pembangunan hijau berbasis desa yang telah diterapkan di sejumlah wilayah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, yakni Kabupaten Berau, Kutai Timur, Bulungan, dan Mahakam Ulu. Acara tersebut turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, hingga lembaga mitra pembangunan.
Program SIGAP atau Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan merupakan pendekatan pemberdayaan desa yang dikembangkan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) sejak tahun 2010. Program ini menitikberatkan pada penguatan tata kelola desa, perlindungan sumber daya alam, serta pengembangan penghidupan masyarakat yang berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Di Kabupaten Berau sendiri, pendekatan SIGAP telah berkembang melalui program SIGAP Sejahtera yang menjangkau seluruh kampung. Pendampingan dilakukan untuk memperkuat perencanaan pembangunan kampung, pengembangan ekonomi lokal, hingga mendorong integrasi aspek lingkungan dalam kebijakan dan pembangunan desa.
Dalam forum tersebut, berbagai narasumber menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah sekitar kawasan hutan. Pembangunan ekonomi dinilai harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menekan laju deforestasi.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan bahwa Akademi Kampung SIGAP (AKS) menjadi salah satu contoh nyata proses pembelajaran sosial yang mendorong lahirnya kepemimpinan kampung yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada masa depan.
Sementara itu, Direktur Program Terestrial YKAN Ruslandi menjelaskan bahwa keberhasilan pendekatan SIGAP tidak terlepas dari peran para pendamping di kampung yang bekerja bersama masyarakat dalam merumuskan potensi dan arah pembangunan desa secara partisipatif.
Kehadiran Pemerintah Kabupaten Berau dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung pembangunan hijau yang berkelanjutan melalui penguatan desa dan kampung. Diharapkan, praktik baik yang telah berjalan di Berau dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam mewujudkan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. (Prokopim)