Tanjung Redeb - Upaya mendorong Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) agar mampu menjadi penggerak ekonomi ditingkat kampung terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) menggagas kegiatan Penguatan BUMK dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Berau yang dilaksanakan di Ballroom SM Tower, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said. Turut hadir Rektor Universitas Muhammadiyah Berau, Muhammad Bayu beserta jajaran akademisi, para camat dan kepala kampung.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Berau menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat, termasuk dalam penguatan ekonomi kampung.
“Perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada akademisi, tetapi juga harus bertransformasi menjadi pusat solusi. Karena itu, kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola BUMK agar mampu berkembang secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Berau sejatinya telah memberikan dukungan permodalan bagi BUMK melalui Alokasi Dana Kampung (ADK) sejak tahun 2017. Namun, pemanfaatan dana tersebut hingga kini masih belum berjalan optimal.
“Bantuan permodalan melalui ADK sudah kita berikan sejak tahun 2017. Namun berdasarkan laporan DPMK, hingga saat ini baru sekitar 20 kampung dari hampir 100 kampung di Kabupaten Berau yang berhasil memanfaatkan dana tersebut melalui BUMK. Selebihnya masih menghadapi berbagai kendala, baik dalam pengelolaan, administrasi, maupun persoalan lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus segera dibenahi. BUMK memiliki peran strategis dalam mengelola potensi unggulan kampung, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, hingga meningkatkan pendapatan masyarakat.
Muhammad Said berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas para pengelola BUMK sehingga tidak hanya memahami aspek administrasi dan tata kelola, tetapi juga mampu mengembangkan unit usaha yang produktif sesuai potensi masing-masing kampung.
“Kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Berau diharapkan dapat memberikan pengetahuan agar lebib maksimal lagi ditengah efisiensi anggaran,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kepala kampung dan pengurus BUMK untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai wadah belajar, bertukar pengalaman, dan memperkuat sinergi dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemerintah kampung, diharapkan pengelolaan BUMK di Kabupaten Berau semakin optimal. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga ke tingkat kampung. (Prokopim)