GUNUNG TABUR – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gunung Tabur kembali digelar di Pendopo Kecamatan Gunung Tabur, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini secara resmi dibuka Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dengan fokus pada penyelarasan usulan pembangunan daerah.
Sebanyak 378 usulan pembangunan disampaikan dari 10 kampung dan 1 kelurahan. Rinciannya, Kelurahan Gunung Tabur 92 usulan, Kampung Tasuk 6 usulan, Birang 18 usulan, Maluang 50 usulan, Sambakungan 28 usulan, Merancang Ulu 60 usulan, Melati Jaya 30 usulan, Merancang Ilir 31 usulan, Pulau Besing 10 usulan, serta Batu-Batu 55 usulan.
Camat Gunung Tabur, Lutfi Hidayat, menyampaikan bahwa di tengah kondisi fiskal yang mengalami penurunan, pihak kecamatan tetap memprioritaskan usulan yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat.
Prioritas tersebut meliputi peningkatan sarana dan prasarana kesehatan seperti Puskesmas dan Pustu, penambahan ruang belajar di sektor pendidikan, serta penyediaan air bersih sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Melalui Musrenbang ini, kami berharap terjalin kolaborasi berkelanjutan dalam pembangunan Kecamatan Gunung Tabur. Seluruh usulan diharapkan selaras dengan program pemerintah daerah dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Gunung Tabur pada 2026, mencakup sektor pelestarian sejarah, ekonomi, pelayanan dasar, hingga infrastruktur.
Beberapa program fisik yang direncanakan antara lain pembangunan dan rehabilitasi jalan, drainase, irigasi, normalisasi sungai, penguatan tebing, peningkatan SPAM, serta lanjutan pembangunan TPS 3R.
Bupati juga mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi dan pemangkasan Transfer Keuangan Daerah berdampak pada penurunan alokasi dana kampung tahun 2026. Karena itu, pemerintah dituntut lebih kreatif dalam mengelola potensi daerah, termasuk melalui penguatan SDM masyarakat serta optimalisasi dukungan CSR perusahaan.
“Saya mendorong partisipasi aktif perusahaan dan mitra pembangunan untuk mengoptimalkan dana CSR agar selaras dengan program pemerintah daerah dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui program penguatan SDM yang menyasar 50 kepala keluarga di Kampung Melati Jaya, yang diharapkan dapat direplikasi di kampung lain di Kecamatan Gunung Tabur. (Prokopim)