TANJUNG BATU – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Kabupaten Berau terus berlanjut. Rabu (11/2/2026), giliran Kecamatan Pulau Derawan menggelar Musrenbang yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan Pulau Derawan, Kampung Tanjung Batu. Kegiatan dibuka sekaligus dipimpin langsung oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.
Turut hadir Ketua DPRD Berau Dedy Okto Noryanto, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Syarifatul Sa’diah, Anggota DPRD Berau Liliansyah, Abdul Waris, dan H. Saga, Kepala Bapelitbang Endah Ernany selaku moderator, serta pimpinan OPD terkait.
Sebanyak 93 usulan pembangunan disampaikan lima kampung di Kecamatan Pulau Derawan, masing-masing Kampung Pegat Batumbuk 15 usulan, Tanjung Batu 38 usulan, Teluk Semanting 18 usulan, Kasai 13 usulan, dan Pulau Derawan 8 usulan.
Camat Pulau Derawan, Samsudin Amba Kadang, menjelaskan mayoritas usulan menyesuaikan potensi daerah, terutama sektor pariwisata dan perikanan. Ia mencontohkan pembinaan pengalengan ikan yang telah memperoleh izin BPOM, serta kebutuhan dukungan infrastruktur pariwisata.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan peningkatan infrastruktur dasar, seperti pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan air bersih. Hingga kini beberapa wilayah, termasuk Pulau Derawan, belum menikmati sambungan PDAM dan masih bergantung pada sumur bor serta air hujan.
“Kami berharap program pipa air bersih dapat tersambung hingga wilayah ini, karena kebutuhan air bersih menjadi prioritas masyarakat,” ungkapnya.
Usulan lain meliputi lanjutan pembangunan parkir UPTD Dermaga Sidayang guna menunjang kunjungan wisatawan, serta peningkatan konektivitas jalan menuju Tanah Kuning yang diharapkan dapat memperkuat akses wisata sekaligus koneksi antarwilayah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa Pulau Derawan memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Bahkan Kampung Pulau Derawan pernah meraih posisi ketiga desa wisata terbaik kategori digital dan turut mendukung Kabupaten Berau meraih penghargaan pariwisata nasional.
“Potensi pariwisata ini mampu meningkatkan pendapatan asli daerah, pendapatan kampung, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut tahun ini pemerintah daerah menyiapkan sejumlah program pendukung, seperti pembangunan amenitas Gusung Sanggalau, amenitas Hutan Pinus, gapura pariwisata, serta pelatihan hospitality bagi pengelola wisata. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga diminta lebih aktif mempromosikan destinasi lokal.
“Kami berharap fasilitas yang dibangun dapat dijaga dan dikelola dengan baik agar pariwisata Pulau Derawan terus berkembang,” tambahnya.
Bupati juga menegaskan peran perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) harus lebih optimal dan transparan, serta selaras dengan kebutuhan masyarakat dan program pemerintah daerah.
“CSR bukan sekadar formalitas, tetapi kewajiban kontribusi perusahaan bagi masyarakat. Jika tidak dilaksanakan, tentu ada konsekuensi hukum,” tegasnya. (Prokopim)