SAMBALIUNG – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) wilayah perkotaan Kabupaten Berau resmi dimulai dari Kecamatan Sambaliung. Kegiatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 ini dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Sambaliung, Sabtu (7/2/2026).
Musrenbang dipimpin langsung Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, didampingi Sekretaris Kabupaten Muhammad Said, Wakil Ketua I DPRD Berau Subroto, Camat Sambaliung Ahmad Juhri, serta Kepala Bapelitbang Endah Ernany sebagai moderator.
Dalam sambutannya, Bupati Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa Musrenbang 2026 merupakan forum penting untuk menyelaraskan program lintas sektor demi memastikan jalannya pemerintahan yang efektif dan berdampak bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang terjadi secara nasional. Menurutnya, kondisi tersebut harus disikapi dengan optimalisasi potensi sumber daya alam daerah guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
“Di tengah efisiensi anggaran, kita harus mampu memanfaatkan potensi daerah agar tetap bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bupati menyebutkan, meski terdampak efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Berau tetap memprioritaskan program pro-rakyat. Di sektor perkebunan dan pertanian, di antaranya pembangunan lantai jemur kakao, bantuan bibit kopi, alat pertanian, bibit ternak sapi, serta bibit tanaman produktif yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli kampung (PAK).
Sementara di sektor infrastruktur, program prioritas meliputi pembangunan jalan usaha tani, drainase dan parit kampung, penguatan tebing Kampung Gurimbang, pembangunan jalan poros dan turap, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), saluran irigasi kampung, lanjutan pembangunan kantor lurah, serta penyelesaian jalan penghubung Singkuang–Mantaritip.
Pada bidang pendidikan, fokus diarahkan pada peningkatan sarana prasarana sekolah, penataan halaman sekolah, pembangunan ruang kegiatan belajar, serta lanjutan pembangunan taman kanak-kanak.
“Program kami sebagai bentuk layanan kepada masyarakat dengan fokus meningkatkan kesejahteraan, mengurangi kemiskinan, dan menekan kesenjangan sosial agar berdampak langsung pada kebutuhan dasar, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Berau juga tengah mendorong transformasi ekonomi menuju sektor pariwisata. Kecamatan Sambaliung dinilai memiliki potensi besar melalui ikon sejarah dan budaya yang dapat menarik wisatawan sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.
Dalam Musrenbang tersebut, tercatat sejumlah usulan dari kelurahan dan kampung, antara lain Kelurahan Sambaliung 275 usulan, Kampung Sei Bebanir Bangun 107 usulan, Gurimbang 45 usulan, Tanjung Perangat 27 usulan, Sukan Tengah 60 usulan, Suaran 39 usulan, Pesayan 11 usulan, Pilanjau 37 usulan, Rantau Panjang 10 usulan, Pegat Bukur 11 usulan, Inaran 28 usulan, Bena Baru 30 usulan, Tumbit Dayak 67 usulan, serta Long Lanuk 43 usulan.
Menutup sambutannya, Sri Juniarsih menegaskan pentingnya transformasi ekonomi sebagai arah pembangunan Kabupaten Berau ke depan. Ia berharap seluruh usulan Musrenbang dapat mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
“Dengan efisiensi anggaran, kita berharap program tetap terlaksana dengan baik. Semua usulan dan permasalahan yang disampaikan akan dilaksanakan secara bertahap bersama,” pungkasnya. (Prokopim)