KELAY – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan wilayah hulu Kabupaten Berau kembali berlanjut di Kecamatan Kelay, Selasa (10/2/2026), dan dibuka langsung oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. Hasil penjaringan aspirasi masyarakat masih menitikberatkan pada pemenuhan infrastruktur dasar, kesehatan, dan pendidikan.
Sebanyak 231 usulan pembangunan diajukan, merupakan rangkuman hasil Musrenbang tingkat kampung yang dilaksanakan pada 15–27 Januari 2026. Usulan tersebut didominasi kebutuhan dasar seperti jalan, jembatan, listrik, air bersih, telekomunikasi, serta perlindungan kawasan hutan.
Camat Kelay, Thoris, menyampaikan mayoritas usulan masyarakat masih berkisar pada perbaikan infrastruktur dasar untuk meningkatkan konektivitas antar kampung. Salah satu yang menjadi perhatian yakni rencana jalan tembus dari ibu kota kecamatan menuju seluruh kampung.
Ia juga menjelaskan sejumlah rencana pembangunan infrastruktur, seperti jalan lingkar dalam Kampung Long Lanuk–Merapun yang diharapkan memangkas jarak tempuh dari sekitar 190 kilometer menjadi 80 kilometer. Selain itu terdapat rencana lanjutan jaringan jalan lingkar dalam ke Kampung Merasa sepanjang 2,5 kilometer, serta lanjutan jalan dari Muara Lesan ke Kampung Panaan. Jaringan listrik juga telah masuk wilayah Muara Lesan dan Panaan sepanjang 8,6 kilometer.
“Jika pemenuhan infrastruktur dasar ini dapat terealisasi, tentu akan memudahkan pemerintah kecamatan melakukan pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat di setiap kampung,” ujar Thoris.
Di sektor pendidikan, ia juga menyoroti masih kurangnya tenaga pendidik, khususnya guru mata pelajaran, sehingga menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan pentingnya program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar memberikan dampak nyata bagi wilayah yang berdampingan langsung dengan aktivitas perusahaan. Menurutnya, pendekatan berbasis wilayah kecamatan akan mendorong program CSR lebih berkelanjutan dan tidak sekadar bersifat karitatif.
“CSR harus memberikan solusi nyata, menciptakan hubungan harmonis, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar perusahaan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti potensi ekonomi Kecamatan Kelay, khususnya produksi kakao di Kampung Merasa yang kini mulai menembus pasar luar negeri. Potensi tersebut dinilai mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadi daya tarik pengembangan wilayah, dengan tetap menjaga kelestarian hutan melalui upaya pelestarian dan penanaman kembali.
Dalam arahannya, Sri Juniarsih mendorong kepala kampung menggali potensi unggulan masing-masing wilayah serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Berau, katanya, siap memberikan dukungan penuh dalam pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
Untuk tahun 2026, Pemkab Berau merencanakan sejumlah program pembangunan di Kecamatan Kelay, di antaranya lanjutan pembangunan jalan poros Muara Lesan–Merasa, jalan lingkar Muara Lesan–Lesan Dayak, jalan Batu Rajang–Long Lancim, pembangunan drainase Kampung Merasa, serta pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) secara bertahap. Selain itu, perhatian juga diberikan pada sektor pendidikan, perbaikan jalan dan jembatan, penguatan jaringan listrik dan air bersih, serta perlindungan kawasan hutan. (Prokopim)