TANJUNG REDEB – Kecamatan Biduk-Biduk menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Berau yang memiliki potensi kelapa dalam cukup melimpah. Namun selama ini, hasil panen mayoritas masih dipasarkan dalam bentuk kelapa butiran tanpa melalui proses pengolahan lanjutan yang mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.
Melalui pendampingan program SIGAP Sejahtera Kabupaten Berau, masyarakat Kampung Giring-Giring kini mulai melangkah maju dengan menerapkan strategi hilirisasi komoditas kelapa dalam. Upaya ini difokuskan pada pengolahan hasil panen menjadi produk turunan bernilai ekonomi lebih tinggi.
Adapun produk yang dikembangkan meliputi minyak goreng kelapa sebagai solusi kebutuhan dapur rumah tangga yang lebih sehat dan hemat, serta sabun batang yang memanfaatkan produk sampingan kelapa menjadi barang bernilai jual di pasar UMKM. Langkah ini tidak hanya meningkatkan harga jual komoditas, tetapi juga membuka peluang usaha baru dan memperkuat perputaran ekonomi di tingkat kampung.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memberikan apresiasi atas langkah strategis tersebut. Menurutnya, hilirisasi komoditas kelapa dalam menjadi contoh nyata penguatan ekonomi berbasis potensi lokal yang perlu terus dikembangkan.
Namun demikian, ia juga memberikan catatan agar produk yang dihasilkan dapat terus disempurnakan sehingga mampu dipasarkan secara lebih luas. “Potensinya sudah sangat baik. Tinggal bagaimana kita memastikan kualitasnya benar-benar terjaga, kemasannya menarik, serta legalitasnya lengkap agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan agar produk turunan kelapa dari Kampung Giring-Giring dapat naik kelas dan menembus pasar regional. Hilirisasi dinilai penting untuk memastikan nilai tambah sumber daya alam tetap berada di tangan masyarakat lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat ketahanan ekonomi kampung secara berkelanjutan.
Program ini menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kampung, pihak swasta, dan masyarakat dalam mendorong kemandirian kampung berbasis potensi lokal. Pendampingan dari program SIGAP Sejahtera pun akan terus berproses guna menyempurnakan hasil produk turunan sesuai dengan evaluasi di lapangan, dengan harapan potensi lokal Kampung Giring-Giring terus berkembang di Bumi Batiwakkal. (Prokopim)