TELUK BAYUR – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Teluk Bayur Tahun 2026 untuk penyusunan RKPD 2027 menghasilkan sebanyak 525 usulan program dari dua kelurahan dan empat kampung. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (7/2/2026), dipimpin langsung Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.
Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro, dalam laporannya menyampaikan bahwa Musrenbang menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung sehingga pembangunan dapat lebih tepat sasaran di wilayah Kecamatan Teluk Bayur.
Ia menjelaskan, Teluk Bayur memiliki nilai historis yang kuat dan terus dibenahi agar dapat menjadi ikon wisata sejarah sekaligus potensi ekonomi baru. Upaya tersebut antara lain melalui pembangunan gapura kawasan kota tua, penataan kota tua, renovasi museum batu bara, serta pembentukan tim pengelola wisata kota tua yang diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK).
Selain sektor pariwisata sejarah, pihak kecamatan juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM Center serta pengembangan usaha lokal seperti batik Labanan Makmur, rumah coklat, dan produk kerajinan lainnya.
“Pengembangan wisata kota tua akan terus kami dorong sebagai daya tarik wisata sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat melalui UMKM, batik, dan produksi coklat lokal,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan bahwa Kabupaten Berau saat ini tengah bertransformasi menuju penguatan sektor pariwisata dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kecamatan Teluk Bayur, sebagai wilayah perkotaan, dinilai memiliki potensi besar dari sisi sejarah, perikanan, hingga ekonomi kreatif.
Ia juga menyebutkan dukungan pemerintah daerah melalui pembangunan fasilitas wisata, termasuk lanjutan pembangunan gedung bioskop serta spot swafoto (selfie) sebagai referensi wisata perkotaan.
Di sektor pertanian, Pemkab Berau memberikan bantuan benih jagung dan alat pertanian guna memperkuat sektor unggulan masyarakat. Sementara pada sektor perikanan, program dukungan meliputi bantuan perahu dan mesin ketinting, sarana budidaya kolam terpal, serta fasilitas pengolahan hasil perikanan seperti mesin pembuat mi, dandang kukus, dan mesin press plastik untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Pada bidang pendidikan, pemerintah daerah melanjutkan pembangunan ruang kelas baru (RKB) di sejumlah sekolah, di antaranya SDN 003 Teluk Bayur, SDN 001 Labanan Makmur, SMPN 1 Teluk Bayur, serta SMPN 3 Tumbit Melayu, termasuk rehabilitasi beberapa ruang kelas sekolah dasar.
Adapun di sektor infrastruktur, program yang dijalankan meliputi revitalisasi saluran pembuang kawasan Labanan Jaya, peningkatan drainase permukiman, normalisasi saluran air di beberapa kampung, peningkatan jalan di Kelurahan Rinding, serta pembangunan jalan usaha tani di sejumlah wilayah.
Bupati berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi untuk memajukan Teluk Bayur melalui pembangunan yang berkelanjutan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Mari bersinergi mewujudkan kelurahan dan kampung yang mandiri, berprestasi, dan sejahtera,” tegasnya.
Dari total 525 usulan, rinciannya meliputi:
Kelurahan Rinding: 190 usulan
Kelurahan Teluk Bayur: 131 usulan
Kampung Labanan Jaya: 28 usulan
Kampung Tumbit Melayu: 36 usulan
Kampung Labanan Makarti: 41 usulan
Kampung Labanan Makmur: 99 usulan