TANJUNG BATU - Bertempat di pendopo Kecamatan Pulau Derawan di Kampung Tanjung Batu, Sabtu (22/2/2025), Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, membuka secara resmi dan memimpin pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Pulau Derawan. Turut menyertai Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, Anggota DPRD Berau, Liliansyah dan Pimpinan OPD.
Lima kepala kampung se Kecamatan Pulau Derawan mengusulkan program prioritas dengan total keseluruhan usulan sebanyak 113 usulan. Masing masing Kampung Tanjung Batu 60 usulan, Pegat Batumbuk 11 usulan, Kasai 10 usulan, Pulau Derawan 21 usulan dan Teluk Semanting 12 usulan.
Camat Pulau Derawan, Samsuddin, menyampaikan usulan prioritas kampung sebelumnya telah dirumuskan di musrenbang tingkat kampung. Pendukung pariwisata menjadi usulan mayoritas di kampung, selain juga program peningkatan infrastruktur dasar, seperti pendidikan hingga layanan kesehatan.
“Untuk air bersih kami berharap program pipa dari Gunung Tabur ke Tanjung Redeb, karena selama ini bergantung kepada sumur bor dan air hujan,” ungkapnya.
Bupati Sri Juniarsih Mas, dalam sambutannya menegaskan beberapa usulan prioritas yang disampaikan tahun lalu telah ada yang direalisasikan pada tahun ini. Diantaranya pembangunan pengaman pantai pulau derawan yang telah teranggarkan sebesar kurang lebih Rp 24 miliar. Selain itu pemenuhan fasilitas pendukung pariwisata lainnya juga bertahap diwujudkan. Tourism information center juga telah terbangun di kawasan dermaga sidayang yang merupakan pintu gerbang ke destinasi wisata Pulau Derawan.
“Kami berharap apa yang telah terbangun ini dapat dijaga dan dikelola dengan sebaik baiknya. Pemenuhan fasilitas wisata menjadi komitmen kami dalam mendukung pariwisata di Kecamatan Pulau Derawan,” tandasnya.
Usulan yang disampaikan camat dan kepala kampung di musrenbang diharapkan Sri Juniarsih menjadi perhatian serius OPD terkait. Bahkan bupati berharap pada musrenbang yang akan datang usulan seperti sarana pendidikan maupun kesehatan tidak lagi menjadi keluhan kepala kampung di musrenbang.
“Saya berharap ini jari catatan kita untuk bisa dituntaskan, agar persoalan kekurangan ruang kelas maupun fasilitas lain ini tidak lagi menjadi usulan,” pungkasnya. (RN/Prokopim)