YOGYAKARTA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau kembali membawa produk unggulan daerah ke ajang pameran dagang kerajinan terbesar di Asia Tenggara, INACRAFT 2026, yang digelar di Jogja Expo Center, Yogyakarta, pada 15–19 Juli 2026. Keikutsertaan ini menjadi upaya memperluas pasar sekaligus memperkuat daya saing produk UMKM Berau di tingkat nasional hingga internasional.
Mengusung tema "Hamemayu Hayuning Bawana: Kerajinan Budaya untuk Harmoni Dunia", INACRAFT 2026 diikuti ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah yang menampilkan produk berbasis kearifan lokal dan inovasi.
Dekranasda Berau menghadirkan beragam produk unggulan, di antaranya batik khas Berau, tas anyaman rotan seperti tas anjat dari pengrajin Kecamatan Segah, tas braid, tas lukis, tas manik kristal Ashbrow, kain tenun produksi Rumah Tenun Mama Be, serta berbagai produk fesyen dan kriya berbasis batik.
Keikutsertaan Dekranasda Berau mendapat dukungan penuh dari Ketua Dekranasda Kabupaten Berau, Brigjen Pol (Purn) H. Edy Suswanto, S.I.K., S.H., yang hadir langsung bersama Bupati Berau Sri Juniarsih Mas selaku Pembina Dekranasda untuk meninjau stan Berau.
Edy Suswanto mengatakan, partisipasi dalam INACRAFT bukan sekadar mengikuti pameran, tetapi menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM dan para pengrajin.
"Dekranasda Kabupaten Berau kembali mengikuti INACRAFT yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Ini merupakan peluang untuk mengangkat UMKM sekaligus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan pengrajin dari daerah lain," ujarnya.
Ia menjelaskan, produk yang dibawa berasal dari berbagai pelaku UMKM dan perajin lokal, di antaranya batik karya Putri Maluang, Mosho Batik, Ulin Gayamada, Rumah Batik Berau, serta topi batik produksi Dekorin.
Menurutnya, ajang tersebut diharapkan mampu menambah semangat para pelaku UMKM agar terus berinovasi dan menghasilkan produk yang mampu menembus pasar global.
"Harapan kami, kegiatan ini menambah semangat para UMKM dan pengrajin agar lebih berdaya saing dan mampu menembus pasar dunia," katanya.
Edy juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Berau dan seluruh pengurus Dekranasda yang terus bersinergi dalam mempromosikan hasil karya pengrajin lokal.
"Sinergi antara pemerintah, Dekranasda, dan pelaku UMKM menjadi modal penting untuk menjaga kualitas produk sekaligus memperluas promosi kerajinan khas Berau," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menilai INACRAFT merupakan peluang strategis untuk memperkenalkan identitas kriya Kabupaten Berau kepada pasar yang lebih luas.
Menurutnya, batik dan kerajinan tangan khas Berau memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai produk ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.
"Partisipasi ini adalah peluang besar untuk memperkenalkan batik dan kerajinan tangan Berau, sekaligus mendorong peningkatan kualitas serta inovasi produk agar semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Melalui keikutsertaan di INACRAFT 2026, Dekranasda Kabupaten Berau menargetkan perluasan jejaring pemasaran dan peningkatan nilai jual produk lokal, sehingga batik dan kriya khas Berau tidak hanya menjadi identitas budaya daerah, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional. (Prokopim)