Segah – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar masyarakat melalui penguatan dan transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Penataan dan Pendayagunaan Posyandu di Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah, Sabtu (7/2/2026).
Dalam sambutannya, Sri Aslinda menjelaskan bahwa Posyandu sebagai bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Kampung memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kampung, terutama dalam upaya promotif dan preventif. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari kesenjangan mutu layanan, keterbatasan fasilitas, hingga belum optimalnya keterpaduan lintas sektor.
Menurutnya, melalui transformasi Posyandu, pelayanan kepada masyarakat kini tidak lagi terbatas pada sektor kesehatan. Posyandu diarahkan untuk melayani enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas), dan sosial.
“Transformasi ini menuntut sinergi lintas sektor yang kuat. Penguatan Posyandu tidak hanya fokus pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah kampung, swasta, organisasi terkait, serta peningkatan kapasitas kelembagaan kampung dan kader Posyandu,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan Posyandu merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pelayanan publik yang terintegrasi, terkoordinasi, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan sinergi yang baik, kampung diharapkan mampu menjadi pusat pelayanan publik yang berkualitas.
Pada kesempatan tersebut, Sri Aslinda juga memaparkan capaian penataan regulasi Posyandu di Kabupaten Berau. Dari total 110 kampung dan kelurahan, sebanyak 96 kampung/kelurahan telah memiliki Surat Keputusan (SK) Tim Pembina Posyandu maupun Kepengurusan Posyandu.
Ia turut mengapresiasi Kecamatan Segah yang telah membentuk SK Tim Pembina Posyandu Kecamatan. Dari 14 kampung di wilayah tersebut, sebanyak 13 kampung telah menata SK Kepengurusan Posyandu, sementara satu kampung, yakni Punan Segah, masih dalam proses perbaikan SK.
Sri Aslinda berharap Tim Pembina dan pengurus Posyandu kampung dapat terus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait perubahan layanan Posyandu, sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan layanan yang tersedia.
“Penataan dan pendayagunaan Posyandu ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan penurunan stunting, sekaligus mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat di tingkat kampung,” pungkasnya. (Prokopim)