TANJUNG REDEB – Upaya melestarikan kuliner khas daerah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau dengan memperkenalkan makanan tradisional kepada masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui Lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul yang dirangkai dengan Festival Jajanan Tradisional Nusantara.
Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan beragam jajanan tradisional, tetapi juga memperkenalkan minuman khas Batiwakkal Punch melalui sesi tester. Beragam sajian ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali kekayaan kuliner lokal sekaligus membuka peluang pengembangannya sebagai produk usaha.
Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, kuliner tradisional merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah yang perlu terus dilestarikan. Namun, menurutnya, upaya tersebut juga dapat diarahkan pada pengembangan ekonomi masyarakat.
“Ini bagian dari upaya kita untuk melestarikan kuliner khas Berau. Jangan sampai hanya muncul ketika ada kegiatan atau festival, tetapi bagaimana kuliner ini juga bisa dikembangkan menjadi usaha,” ujarnya.
Menurut Gamalis, sektor perhotelan juga dapat mengambil peran dalam memperkenalkan kuliner khas Berau. Hotel-hotel di daerah dinilai dapat menghadirkan makanan tradisional sebagai salah satu pilihan menu sarapan bagi tamu.
“Hotel-hotel bisa menyiapkan sarapan pagi dengan makanan tradisional kita. Dengan begitu, wisatawan atau tamu yang datang ke Berau juga bisa mengenal makanan khas daerah,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul. Berdasarkan hasil penilaian yang ditetapkan pada 23 September 2026, untuk kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada lomba Ancur Paddas, juara pertama diraih DWP Dinas Perhubungan dengan nilai 325, disusul Dinas Pendidikan dengan nilai 323 dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga dengan nilai 320.
Sementara kategori umum, juara pertama diraih PKK Kabupaten Berau dengan nilai 345, Bankaltimtara dengan nilai 327 sebagai juara kedua, serta UPPKA Bunga Matahari dengan nilai 320 sebagai juara ketiga.
Pada lomba Puncak Rasul kategori OPD, Kesbangpol meraih juara pertama dengan nilai 365, Sekretariat Daerah di posisi kedua dengan nilai 355, dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga sebagai juara ketiga dengan nilai 348.
Sedangkan kategori umum, juara pertama diraih SMAN 12 Berau dengan nilai 346, PWRI Berau dengan nilai 341 sebagai juara kedua, dan PKK Kecamatan Biduk-Biduk dengan nilai 330 sebagai juara ketiga.
Gamalis berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda perlombaan, tetapi dapat menjadi ruang untuk menjaga keberadaan kuliner tradisional sekaligus memperluas pemanfaatannya dalam sektor ekonomi dan pariwisata.
“Kalau bisa dikembangkan, ini bukan hanya soal melestarikan makanan tradisional, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan peluang usaha dari kuliner khas daerah,” pungkasnya. (Prokopim)