SAMBALIUNG – Festival Bekudung Betiung kembali digelar di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tahunan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak ini menampilkan beragam prosesi adat sakral Suku Dayak Ga'ai, pesta rakyat, hingga berbagai perlombaan tradisional.
Festival tersebut dihadiri Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah kampung, serta tamu undangan dari berbagai wilayah. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya unggulan Kabupaten Berau yang bertujuan melestarikan warisan leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Gamalis mengucapkan selamat ulang tahun ke-263 kepada Kampung Tumbit Dayak. Ia menyambut baik pelaksanaan Festival Bekudung Betiung sebagai upaya mempertahankan dan melestarikan tradisi budaya asli Kabupaten Berau agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
"Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga wahana mempererat persatuan masyarakat lintas generasi,” ujarnya.
Menurut Gamalis, tradisi Bekudung Betiung memiliki nilai budaya yang tinggi karena memuat berbagai rangkaian adat yang diwariskan secara turun-temurun. Mulai dari prosesi Jak Gai, Batiung, Bejiak, hingga kunjungan ke Rumah Kepala Tua. Selain itu, terdapat pula tradisi Panjat Piruai, yaitu proses pengambilan madu di pohon tinggi yang menggambarkan kedekatan masyarakat dengan alam sebagai sumber kehidupan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kampung Tumbit Dayak, para tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah kampung, serta Kecamatan Sambaliung yang terus menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut. Pemerintah Kabupaten Berau, lanjutnya, memiliki komitmen kuat untuk mendukung berbagai upaya pelestarian kebudayaan daerah.
Selain menjaga identitas budaya, kegiatan seperti Festival Bekudung Betiung juga menjadi daya tarik wisata yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, Festival Bekudung Betiung telah masuk dalam kalender event wisata Kabupaten Berau. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif tanpa menghilangkan keaslian nilai-nilai adat yang diwariskan leluhur.
Gamalis juga mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan potensi Kampung Tumbit Dayak, baik dari sektor pariwisata maupun sumber daya alam, dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi kesejahteraan bersama. “Saya melihat setiap pelaksanaan Bekudung Betiung selalu melibatkan pelaku UMKM dan ramai dikunjungi pembeli. Ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya. I
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempromosikan Festival Bekudung Betiung sebagai kebanggaan daerah. “Mari bersama-sama kita ramaikan dan semarakkan Festival Bekudung Betiung ini, serta promosikan seluas-luasnya. Kita harus bangga menjadi masyarakat yang masih memegang teguh tradisi dan adat istiadat,” ajaknya.
Rangkaian festival turut dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya, ritual adat, pameran kerajinan tangan, serta sajian kuliner khas Dayak. Melalui semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, peringatan Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mengangkat potensi kampung sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Berau. (Prokopim)