TANJUNG REDEB - Kabupaten Berau memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Termasuk juga ekonomi kreatif yang berada di masing-masing kampung dengan berbagai produk unggulan yang dimiliki. Menangkap potensi ini, Dekranasda Kabupaten Berau mulai melakukan pendataan terhadap berbagai produk unggulan di kampung.
Dimulai dari kecamatan di wilayah pesisir Selatan Berau. Dekranasda melakukan kunjungan kerja selama empat hari, mulai tanggal 1 sampai 4 Agustus 2024. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Berau, Sri Aslinda Gamalis didampinggi para pengurus. Beberapa kampung yang dikunjungi yaitu Teluk Sumbang, Giring-giring, Baru Putih, Bumi Jaya, Dumaring dan Talisayan.
Bertemu dengan para pelaku UMKM, Sri Aslinda beserta rombongan berbincang langsung dengan mereka terkait pengembangan produk yang dihasilkan. Baik dari sisi produksi hingga pemasaran. Tak lupa juga disampaikan masukan dalam mengembangkan potensi ini, melalui inovasi dan kreativitas serta pemanfaatan media sosial.
Sri Aslinda menyampaikan, kunjungan ini juga sebagai bentuk motivasi kepada para pengerajin agar lebih semangat dalam mengembangkan usaha mereka. "Kita juga ingin melihat apa saja kendala mereka selama ini. Sehingga potensi ini bisa dikembangkan lebih lanjut lagi," ujarnya.
Menurutnya potensi ekonomi kreatif di setiap kampung ini berbeda-beda. Sesuai dengan karakter wilayah dari masing-masing kampung. Potensi ini lah yang menjadi peluang besar bagi masyarakat dalam meningkatkan ekonominya jika dikelola dengan optimal.
"Saya lihat produknya sangat beragam, ada kerajinan rotan, kayu, kain tenun, batok kelapa. Dan semuanya bisa didapatkan di lingkungan sekitar. Sangat bagus. Ini yang terus kita dorong agar pengembangannya bisa maksimal dan menjadi ciri khas daerah," jelasnya.
Kunjungan ini pun akan dilanjutkan ke kampung lainnya. Harapannya seluruh produk yang dihasilkan masing-masing kampung bisa memiliki kualitas tinggi dan dapat bersaing di pasaran. "Ekonomi kreatif dan pariwisata ini saling berkaitan. Untuk destinasi wisata sudah dikenal wisatawan, tinggal ekonomi kreatif yang terus dikembangkan," pungkasnya. (SAM/Prokopim)