PENAJAM PASER UTARA – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menghadiri Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kalimantan Timur Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kalimantan Timur.
Rakor tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. Hadir pula Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI Muhammad Adib Abdul Somad, para wakil kepala daerah se-Kalimantan Timur, Ketua FKUB Provinsi Kalimantan Timur K.H. Muhammad Rasyid, para tokoh agama, serta peserta Rakor FKUB se-Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa FKUB memiliki peran strategis dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama, terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang semakin memperkaya keberagaman masyarakat. Menurutnya, Rakor FKUB menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, serta saling menghormati.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen untuk terus menjaga kondusivitas daerah melalui penguatan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, FKUB memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam membangun komunikasi, mencegah potensi konflik, serta memperkuat persatuan masyarakat.
“Kerukunan merupakan modal utama dalam mendukung pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Berau akan terus bersinergi dengan FKUB dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi yang aman, damai, dan kondusif sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujar Gamalis.
Melalui Rapat Koordinasi FKUB se-Kalimantan Timur Tahun 2026 ini diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh pemerintah daerah, FKUB, dan tokoh agama untuk terus memperkuat harmoni sosial, menjaga persatuan, serta mendukung pembangunan Kalimantan Timur sebagai daerah yang aman, toleran, dan inklusif di tengah hadirnya Ibu Kota Nusantara. (Prokopim)