TANJUNG REDEB – Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, secara resmi membuka kegiatan Wisata Belanja Ramadan 2026 bagi Anak Yatim Piatu dan Dhuafa yang digelar oleh manajemen PT Pamapersada Nusantara di Pasar Adji Dilayas, Minggu (8/3/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 anak dari wilayah lingkar tambang, khususnya Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur.
Dalam sambutannya, Sekda Berau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada manajemen PT Pamapersada Nusantara atas inisiatif melaksanakan kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, program seperti ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu dan dhuafa di Kabupaten Berau.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada manajemen PT Pamapersada Nusantara yang telah menginisiasi dan melaksanakan kegiatan yang sangat mulia ini. Kegiatan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di wilayah lingkar tambang,” ujarnya.
Sekda Berau juga menyampaikan bahwa kontribusi perusahaan selama ini sangat membantu pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Berau. Kehadiran perusahaan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga mampu mendorong berbagai program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, program Wisata Belanja Ramadan tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak, tetapi juga memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak berbelanja langsung di pasar tradisional sehingga turut menggerakkan aktivitas para pedagang lokal.
“Program seperti ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi anak-anak kita, tetapi juga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui keterlibatan para pedagang di pasar lokal,” ungkapnya.
Sekda berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dipublikasikan secara luas agar semakin banyak pihak yang tergerak untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Dengan adanya kegiatan ini, kita dapat melihat bahwa kepedulian sosial dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pasar tradisional kita menjadi hidup, para pedagang mendapatkan manfaat, dan anak-anak kita merasakan perhatian serta kasih sayang dari banyak pihak,” tutupnya. (Prokopim)